Adat Bukanlah Penghalang Dalam Menikah

Kamis, 12 Januari 2017   1740

Menikah adalah suatu ibadah yg dilaksanakan sebagai penyempurna agama. Bahkan Rasulullah SAW pernah berkata "Bukan termasuk umatku jika belum menikah".. Hal ini membuktikan bahwa betapa mulianya seseorang yg telah menikah.. Tapi kebanyakan lelaki terhalang pernikahan karena masalah "UANG!!".. Makanya cuma berani pacaran terus pegang2 dikit.. Ckckckc..
Apa saja faktor "UANG" yg menjadi permasalahan untuk melangsungkan pernikahan?? Ini dia penyebabnya:
1. Tingginya permintaan pihak wanita/pria dalam memberi syarat sebelum menikah.
2. Pihak wanita meminta mahar melebihi kemampuan pria.
3. Gengsi dan harus melakukan perhelatan yg mewah.
4. Kedua belah pihak enggan saling meringankan dan membantu melancarkan niat baik ini dengan alasan "HARUS MENEGAKKAN ADAT MASING2"..
5. Sang wanita/pria meragukan kemampuan si pria,kalau2 tidak bosa memberi makan atau mencukupi kebutuhan nya.. Sehingga dia lupa akan Allah yg memberi rizki.
6. Dari hal di atas terbentuklah alasan2 klise,seperti: tunggu kaya dulu,tunggu punya rumah atau mobil dulu,dll..

Dari hal di atas mungkin ada lagi hal2 lainnya,tapi menurut saya hal di atas adalah alasan paling menonjol di balik enggannya seseorang untuk menikah.. Alasan tersebut nyatanya adalah berdasarkan niat kita sendiri.. Pernah dengar bahwa Allah berdasarkan prasangka umatnya?? Kalau kita sudah berusaha,berdoa dan istiqomah dengan niat ingin menikah, insya Allah di mudah kan..
Kalau masalahnya adalah Adat "Babali" (dibeli) atau "PITIH PANJAPUIK" (uang jemputan) sah2 saja dilakukan selagi kedua calon mempelai sanggup. Jika tidak,jangan menganiaya keluarga kita sendiri dengan hal2 yg tidak wajib. Karena manusia tidak untuk diperjualbelikan. Selain itu setahu saya Di dalam adat minang telah ditanamkan "ADAT BASANDI SYARA',SYARA' BASANDI KITABULLAH". Jadi adat itu berdasarkan apa2 yg terdapat dalam Kitabullah (al-Qur'an). Jadi kita TIDAK WAJIB menjalankan adat jika hal tersebut tidak terdapat dalam al-Qur'an dan menghalangi kita dari niat baik.. Dan saran saya kepada orang tua dan mamak, agar tidak mempersulit niat baik dari anak kita jika memang sudah bertemu dengan jodohnya yg sesuai dengan ketentuan islam,yakni beragama islam dan bertanggung jawab. Jika tidak,hal tersebut dapat merusak generasi dengan mendekatkannya kepada zina.
Mungkin sekian dulu yg bisa saya bahas. Mohon kritik dan sarannya bila ada kesalahan atau kontras dengan syariat islam. Dan di sini hanya sekedar share dan mengingatkan yg lupa. Bukan menggurui.. Wasslam..
Riri

Share on:

AKUN BELANJA DI MEDIA SOSIAL
riri.rumaisha.tasbranded riri.raisya.gallery riri.raisya.gallery2